Job vs Normal Life

Kemarin malam telpon Bapak sama ‘Nya. Kangeeennn… Trus terjadilah pembicaraan seputar pekerjaan yang membuat saya jadi berpikir ulang tentang hidup. Yes, tentang hidup.

Di awal kehidupan saya setelah lulus kuliah, hal pertama yang ada di kepala adalah cepat dapet kerja. So that’s why, waktu akhirnya dpt pekerjaan itu rasanya seneng banget. Ga bo’ong deh, rasanya puas bisa kasih kebahagiaan ke ortu. Apalagi pas training di Jakarta selama 6 bulan. Wow! Banyak banget pengalaman berharga yang saya dapat. Saya tidak mengecilkan arti perusahaan tempat saya bekerja sekarang, tapi pembicaraan dengan Bapak dan ‘Nya tadi malam membuat saya berpikir lebih dalam tentang ‘hidup bekerja’ yang saya jalani 2 tahun 4 bulan ini.

Rasanya hidup saya lebih ke ‘hidup untuk bekerja’ bukan ‘bekerja untuk hidup’. Hal ini tercermin dari kebiasaan saya sehari-hari, di kantor mikirin rumah pengen tidur, di rumah mikir tumpukan pekerjaan kantor. Yah begitulah, manajemen otak yang kurang bagus.

Kalo dipikir-pikir, pekerjaan saya ini memang menuntut saya bekerja hampir 12 jam sehari, bahkan lebih! Kalo org masuk jam 8 pulang jam 4 sore, jam kantor saya yang ‘normal’ adalah jam 7.30-16.30. But in fact, hidup dimulai saat morning briefing jam 7.15 dan pulang bisa jauuuh setelah jam 16.30😦. Seringnya rapat, kerjaan belum selesai, ada deadline yang harus dikejar, dll. Kesel rasanya kalo ga bisa pulang tenggo😦.

Yah begitulah hidup kerja saya saat ini, rasanya saya harus sesegera mungkin berpikir untuk move on🙂.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s